Asap Rokok Sebabkan Infeksi Telinga Pada Anak-anak

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal dengan keluarga perokok cenderung mendapat ancaman infeksi pada telinga dan mengakibatkan terganggunya pendengaran. Parahnya, infeksi telinga ini harus diatasi dengan operasi dan harus dilakukan berulangkali.

"Temuan ini cukup mengesankan, terutama karena infeksi telinga menyebabkan nyeri yang sangat besar bagi anak-anak," kata Dr Michael Weitzman, yang mempelajari efek dari merokok para orangtua, di New York University Medical Center, sebagaimana  dilansir dari reuters.

Secara keseluruhan, studi menunjukkan bahwa anak-anak yang hidup dengan orangtua perokok memiliki resiko 37 persen  mengalami infeksi pada telinga hingga mengganggu pendengaran. Bahkan bagi anak-anak dengan ibu yang perokok berat, sebanyak 86 persen kemungkinan harus menjalani operasi telinga berulang kali karena infeksi yang berlebihan.

Dr Joseph DiFranza, seorang peneliti tembakau dari University of Massachusetts Medical School di Worcester, mengatakan bahwa peningkatan resiko seorang anak menjalani operasi telinga saat ini semakin mengkhawatirkan.

"Infeksi telinga sendiri sangat umum, tetapi operasi tidak," katanya kepada Reuters Health.

Para ahli berspekulasi bahwa paparan asap rokok dapat menyebabkan tabung di telinga mengalami peradangan. Air yang disebabkan peradangan kemudian mengalir ke kantong kosong di belakang gendang telinga, ini bisa menciptakan tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Orang tua yang merokok juga telah dikaitkan dengan masalah asma dan alergi pada anak-anak. Sementara ibu yang merokok selama hamil juga bisa menyebabkan pada resiko kematian secara mendadak pada bayi di dalam kandungan.

Sedangkan di tanah air, data jumlah perokok pada 2010 berdasarkan data Riskesdas (Riset kesehatan dasar) berjumlah 34,7% atau sekitar 82 juta jiwa dari total penduduk 237.641.326 jiwa. Ini berarti tingkat kesadaran bahaya rokok di Indonesia termasuk rendah. Dan masa depan generasi bangsa dapat terancam. Karenanya, yuk, stop merokok saat ini, demi generasi mendatang.

sumber :
(www.ghiboo.com Oleh : Fidelia Depari)



Post a Comment

0 Comments